Adakah Solusi Transportasi Untuk Para Komuter Dari Cibinong?

Image Jalanan Ibu Kota

Beberapa hari belakangan ini saya mulai sampai pada titik jenuh dalam menghadapi masalah transportasi khususnya sarana transportasi bus dari tempat saya menetap (Cibinong Kab. Bogor) menuju Jakarta tempat saya bekerja, dalam tiga hari terakhir ini yaitu tepatnya tanggal 20, 21, dan 22 Oktober 2010 saya merasa kesulitan dalam hal sarana transportasi untuk kembali pulang ke Cibinong, selain karena faktor cuaca yang jelas bisa membuat Jakarta menjadi macet sehingga waktu tempuh kendaraan bus untuk sampai ke halte tempat para komuter Cibinong biasa menunggu bus pun menjadi lama, juga karena jumlah armada mereka yang beroperasi pada jam pulang kerja yang saya nilai masih kurang.

Oh iya, bagi kalian yang masih belum mengetahui arti komuter biar saya jelaskan sedikit. Komuter adalah sebutan bagi seseorang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari, biasanya dari tempat tinggal yang cukup jauh dari tempat bekerjanya. Sebagai contoh, orang yang bekerja di Jakarta namun bertempat tinggal di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, bahkan di tempat yang lebih jauh seperti Karawang, Sukabumi, dan Pandeglang. Mereka disebut komuter jika mereka melakukan perjalanan dari tempat tinggal mereka ke tempat kerja mereka hampir setiap hari pulang-pergi (sumber: Wikipedia Indonesia).

Beberapa permasalahan yang kami hadapi


1. Jumlah armada bus pada jam pulang kerja

Hampir setiap hari para komuter Cibinong yang pulang kerja dari Jakarta terutama bagi mereka yang bekerja di wilayah Jl. Gatot Subroto, Jl. Jendral Sudirman, Jl. M.H. Thamrin dan sekitarnya termasuk saya merasa kesulitan untuk mendapat transportasi (bus) untuk pulang, berdasarkan keadaan yang saya amati hingga saat ini permasalahan ini disebabkan jumlah armada bus mereka yang beroperasi pada jam-jam pulang kerja antara pukul 16.30 hingga pukul 20.00 WIB masih sangat sedikit sehingga para pekerja yang akan menaiki bus yang seharusnya mereka sudah terangkut lebih dahulu menjadi tertahan karena belum mendapatkan bus untuk pulang, hal ini menyebabkan jumlah penumpang yang tertahan pada tempat-tempat dimana mereka biasa menunggu bus pun menjadi tak terbendung (membludak). Biasanya para komuter Cibinong yang bekerja di sekitar kawasan Sudirman, Thamrin hingga kawasan Tanah Abang mengandalkan bus AC70A jurusan Tn. Abang – Cibinong yang biasanya masih beroperasi hingga pukul 18.30 WIB, namun akhir-akhir ini kami para komuter Cibinong sudah tidak menemukan bus tersebut beroperasi hingga jam 18.30 WIB, ada yang bilang hal itu disebabkan waktu beroperasi mereka telah dikurangi hanya sampai jam 18.00 WIB bahkan kurang dari itu (tergantung supir yang membawa bus tersebut) namun hal ini masih perlu saya cek kebenarannya sehingga tidak hanya “katanya dan katanya”, hal tersebut menyebabkan para komuter Cibinong yang berada di kawasan Sudirman, Thamrin dan Tanah Abang mengandalkan sarana transportasi yang tersisa, sebagian dari mereka memilih naik kereta, ada yang memilih naik mobil milik pribadi yang sengaja difungsikan untuk mengangkut para komuter atau lebih dikenal dengan sebutan Omprengan, sebagian lagi memilih menunggu bus dan bertarung nasib (berebut dan bedesak-desakan) bersama komuter asal Cibinong lainnya di halte, biasanya halte yang yang menjadi andalan terakhir para komuter Cibinong yang memilih naik bus yang bekerja di sekitar wilayah Tanah Abang, Thamrin, Sudirman dan Gatot Subroto adalah halte bus di sekitar Semanggi tepatnya di seberang Polda Metro Jaya dan halte ini merupakan titik temu sebagian besar para komuter Cibinong yang belum mendapat transportasi untuk pulang karena di halte ini masih ada beberapa bus alternatif untuk membawa mereka ke Cibinong yaitu Patas AC43 jurusan Grogol – Cibinong, bus yang ke arah Sentul, bus yang ke arah Bogor dan beberapa omprengan yang tersisa jika penumpangnya belum penuh.

2. Jeda waktu keberangkatan bus yang terlalu lama

Selain pada jam berangkat kerja para komuter Cibinong merasa jeda waktu keberangkatan bus yang terlalu lama untuk tiba di halte-halte tempat mereka menunggu bus, bisa sampai satu hingga satu setengah jam hanya untuk menunggu bus tiba, hal ini wajar karena mereka yang bekerja sebagai supir dan kenek bus terpaksa ngetem hingga penumpang penuh untuk mengejar target setoran, namun dampaknya ketika jam pulang kerja menumpuknya para calon penumpang pun tidak bisa dihindari seperti yang telah saya bahas pada permasalahan nomor satu diatas. Hari Sabtu dan Minggu jeda waktu keberangkatan bus semakin lama jika dibandingkan dengan hari kerja (Senin sampai dengan Jum’at) karena jumlah penumpang jauh lebih sepi sehingga para supir bus memilih ngetem lebih lama dibandingkan ketika hari kerja, hal tersebut mereka lakukan untuk menunggu calon penumpang supaya target setoran tercapai.

3. Belum semua daerah di JaBoDeTaBek dan sekitarnya mampu dijangkau sarana transportasi Cibinong

Khusus untuk daerah Tangerang dan Bekasi belum ada bus yang lansung menuju tempat tersebut sehingga harus beberapa kali naik bus.

About these ads
This entry was posted in my notes and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Adakah Solusi Transportasi Untuk Para Komuter Dari Cibinong?

  1. redesya says:

    hohoho…emang bisa menjadi polemik ya kak…, aku ngerasain sendiri jadi komuter (btw sebutan mahasiswa apa komuter jg?) :D
    jadi bisa ngerasain betapa capeknya…, apalagi kalau harus nunggu bus gt, yang bawa kendaraan sendiri aja capek, mungkin saat ini kakak sabar aja dulu, mungkin tahun depan ada penambahan jumlah armada bus dari sana, kita doain aja deh :)

    owh lantaran itu jadi kakak gag bisa maen ke Tangerang ma Bekasi ya :))

    • Prasetyo Muchlas says:

      Iya lumayan capek ra.. ganbattemasu! (menyemangati diri)
      Semoga aja ada solusi untuk kami, sarana transportasi yang nyaman, murah, dan cepat walaupun rasanya seperti kecoak merindukan bulan ^^
      Hmm.. iya jika ingin pergi ke Bekasi dan Tangerang harus beberapa kali naik bus ^^

  2. achoey says:

    Ya, memang kalau terlalu malam angkutan tuh susah yang menuju Cibinong.
    Kalau pakai kendaraan sendiri juga kejebak macetnya itu lho.

    Hari ini juga saya posting tentang sungai dadakan di Cibinong :D

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s