Handphone Perangkat Telekomunikasi atau Lifestyle

image-hp

Telepon genggam seringnya disebut handphone (disingkat HP) atau disebut pula sebagai telepon selular (disingkat ponsel) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line konvensional, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access).

Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat.

Dari deskripsi dan penjelasan di atas yang saya dapat dari wikipedia Indonesia bahwa kehadiran handphone merupakan salah satu tanda kemajuan dalam bidang teknologi informasi, komunikasi, karena seseorang tidak lagi dapat dibatasi oleh jarak dan waktu untuk mengirim dan menerima informasi dimanapun dan kapanpun selama hal tersebut berada dalam jangkauan penyedia layanan telekomunikasi.

Berbicara mengenai handphone, beberapa hari yang lalu saya mendapat komentar dari seseorang (teman) yang berkomentar mengenai handphone milik saya, seseorang tersebut berkomentar bahwa handphone saya terlalu old-school fiturnya =) saya hanya tersenyum karena memang benar yang ia katakan. Sejauh ini saya memang bukan termasuk orang yang konsumtif dan tidak berusaha mengikuti apa yang lagi nge-trend, itulah sebabnya handphone yang saya punya terlalu old-school fiturnya karena ketika memutuskan untuk membeli sesuatu yang lebih saya pertimbangkan adalah segi fungsionalitas, bukan karena lagi nge-trend, bukan untuk gaya-gayaan, bukan karena banyak orang membelinya, bukan karena merk-nya juga. “Sesuatu yang bermanfa’at itu bukan dinilai dari harga, merk, up to date, trendy, dan lain-lain”. Dengan kata lain saya hanya memastikan apakah sesuatu itu benar-benar saya perlukan? selain berusaha untuk hidup hemat, tidak konsumtif, rajin menabung, baik hati dan tidak sombong dari segi penghasilan atau rizki yang saya peroleh dari bekerja mungkin memungkinkan untuk membelinya, namun kita kembalikan kepada diri kita masing-masing apakah benar-benar memerlukannya atau tidak.

Berbicara tentang trend, lifestyle dalam lingkungan perangkat telekomunikasi maka secara otomatis kita akan berbicara tentang fitur-fitur yang ada, salah satunya yaitu fitur-fitur yang memungkinkan seseorang untuk dapat online dimanapun dan kapanpun online.. online.. yang sepertinya sudah menjadi lifestyle saat ini. Katakan saja seseorang membeli handphone berinisial BB untuk dapat dikatakan mengikuti perkembangan jaman karena dia bisa online.. online.. dimanapun dan kapanpun.

Sejalan dengan hal yang telah saya sebutkan diatas, permasalahan yang tampak adalah “apakah hal tersebut bermanfa’at? ataukah berlebihan?” mengingat bahwa hampir semua orang memiliki telepon genggam dengan berbagai keperluan yang mereka hadapi, namun tidak semuanya benar-benar memerlukan fitur-fitur canggih, ada yang membelinya (handphone) hanya untuk berkomunikasi dan mengirim pesan singkat, ada yang membelinya untuk mengikuti lifestyle, ada yang membelinya untuk keperluan bisnis untuk dapat berinteraksi dan meng-update informasi seputar bisnis, ada yang memang memerlukannya karena pekerjaannya mangharuskan untuk mobile.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudriy berikut, yang artinya :

Dari Abu Said Al Khudriy (ia berkata), “Sesungguhnya Nabi Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda, “Sesungguhnya kamu akan mengikuti cara-cara orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang dhob (binatang sejenis biawak) kamu pasti akan mengikutinya.”

Kami bertanya (para sahabat), “Wahai Rasululloh, apakah (yang dimaksud) yahudi dan nashara?”

Beliau (Rasululloh) menjawab, “Maka siapa lagi (kalau bukan mereka)!.”

[Hadits shahih mutawaatir riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lain-lain dari jama’ah para sahabat di antaranya Abu Said Al Khudriy sebagaimana telah dijelaskan Takhrijnya dalam kitab Riyaadhul Jannah (no: 537 – 542) oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat].

Maksudnya adalah kita secara sadar atau tidak sadar dan sedikit demi sedikit mengikuti cara hidup, cara beragama orang-orang di luar Islam, bahkan dalam hal memanfa’atkan dan membelanjakan rizki yang kita punya.

Semua tergantung dari niatnya, apakah membelinya untuk hal-hal yang dapat mendatangkan manfa’at dan ridho Alloh atau malah sebaliknya? mengingat apa yang kita usahakan saat ini (di dunia) akan diminta pertanggungjawaban kelak.

Karena membuang-buang harta untuk hal yang sia-sia termasuk meniru perbuatan setan. Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).

Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”

Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Seandainya seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Isro’ ayat 26-27)

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله يرضى لكم ثلاثاً، ويسخط لكم ثلاثاً؛ يرضى لكم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئاً، وأن تعتصموا بحبل الله جميعاً، وأن تناصحوا من ولاه الله أمركم، ويكره لكم، قيل وقال، وكثرة السؤال، وإضاعة المال

“Sesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan (Allah ridla) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.”

(Shahih)-Ash Shahihah (685): [Muslim: 30-Kitab Al Aqdhiyah, hal. 10]

Jadi, termasuk perbuatan boros adalah apabila seseorang menghabiskan harta pada jalan yang keliru. Semisal seseorang membeli sesuatu kemudian digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, Na’udzu billaahi min dzalik.

Wallohu a’lam.

This entry was posted in Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s