Jadilah Follower Yang Bijak

Magnifier - twitter logo hasil edit sendiri

Seiring dengan maraknya situs pertemanan dan jejaring sosial di Indonesia beberapa tahun belakangan ini membuat arus pertukaran informasi terasa begitu cepat, mulai dari informasi yang sederhana berupa curhat-curhat para pengguna situs pertemanan dan jejaring sosial hingga berita-berita terakurat yang sedang marak dibicarakan pun tidak luput dari mereka para pengguna situs pertemanan maupun jejaring social, semua itu dengan mudah mereka lakukan karena hampir setiap situs pertemanan dan jejaring sosial mempunyai fitur share yang sangat memudahkan mereka (para penggunanya) untuk menyampaikan informasi secara langsung maupun dengan memberikan sebuah tautan ke halaman web tertentu, dengan demikian arus pertukaran informasi pun begitu cepat.

Terlepas dari permasalahan penting atau tidaknya informasi yang disampaikan oleh pengguna situs pertemanan dan jejaring sosial, menurut saya hal-hal yang mempengaruhi cepatnya arus pertukaran informasi pada sebuah situs pertemanan dan jejaring sosial adalah banyak atau sedikitnya teman si pengguna, banyak atau sedikitnya pengguna yang online/aktif pada saat informasi tersebut disampaikan dan yang terakhir menarik atau tidaknya informasi tersebut bagi para penerima informasi tersebut (CMIIW).

Beberapa minggu terakhir ini saya sedang giat aktif pada salah satu situs mikroblog dan situs web jejaring sosial yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan “pembaharuan” berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter, sebut saja Twitter, menurut informasi yang saya baca pada salah satu situs berita online sebut saja VIVAnews bahwa 12% kicauan twitter sedunia berasal dari Indonesia, Indonesia menjadi satu-satunya negara pengakses Twitter terbesar dari Asia Tenggara. Di bawah Indonesia, menyusul India, Inggris (United Kingdom), Jerman, Korea Selatan, Meksiko, dan Kanada.

VIVAnews memberitakan “menurut temuan Google Trends, Twitter mencatat sekitar 90 juta tweet setiap hari per bulan September 2010. Indonesia menjadi pengakses Twitter.com terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang, dan Brasil. Kicauan Twitter dari Indonesia menyumbang 12 persen dari total 90 juta tweet di dunia per bulan September 2010. Artinya, Indonesia mencatat sekitar 10,8 juta tweet per harinya.” Demikian yang saya kutip dari VIVAnews.

Tahukah kalian? Bahwa sebagian besar isi twitter tak ditanggapi. Informasi tersebut saya dapat dari VIVAnews yang memberitakan bahwa Sysomos, pembuat perangkat penganalisa media sosial meneliti 1,2 miliar tweet dalam periode dua bulan terakhir. Mereka berniat menganalisa apa yang terjadi setelah pengguna Twitter mengirimkan tweet di Twitter.

Dari pengamatan, terungkap bahwa 71 persen tweet di  Twitter tidak menghasilkan reaksi apa-apa, baik dalam bentuk reply atau retweet. Sysomos juga menemukan bahwa hanya 6 persen dari tweet yang ada di-retweet.

Lebih lanjut, reply atau retweet paling banyak terjadi pada satu jam pertama setelah tweet dipublikasikan. Angkanya mencapai 96,9 dan 92,4 persen. Reaksi semakin jarang terjadi pada tweet yang sudah berusia lebih dari 60 menit.

“Hanya ada 5,97 persen peluang Anda akan mendapatkan retweet setelah lewat dari 3 jam dan hanya 2,2 persen kemungkinan Anda akan mendapat reply pada kurun waktu itu,” sebut penelitian Sysmos, seperti dikutip dari Mashable, 30 September 2010.

Sayangnya, Sysomos juga menemukan bahwa dari seluruh tweet yang mendapatkan reply, sebanyak 85 persen di antaranya hanya mendapatkan satu reply saja. “Ternyata Twitter tidak seperti percakapan yang kami perkirakan,” sebut Sysmos.

Hanya 10,7 persen dari seluruh tweet yang mendapatkan reply mengandung reply dari replyaslinya. Dan hanya 1,53 persen percakapan tersebut yang mencapai kedalaman tingkat ketiga (ada tanggapan,  tanggapan terhadap tanggapan, dan tanggapan terhadap tanggapan yang ditanggapi).

Metode yang digunakan Sysomos dalam mengamati reply dan retweet di Twitter dilakukan secara menyeluruh. Anda mungkin akan menemukan persentase yang berbeda-beda, tergantung pengguna Twitter, jumlah follower dan berapa besar pengaruh sang pengguna.

Meski demikian, temuan Sysomos ini menyediakan pandangan yang lebih luas seputar polareply dan retweet. Apakah tweet yang dikirimkan hanyalah komentar yang tidak penting, atau sudah cukup sehingga follower merasa tidak perlu lagi me-reply atau me-retweet-nya. Demikian yang saya kutip dari VIVAnews.

Jika kita melihat dari dua sisi dalam cakupan jejaring sosial twitter antara orang yang diikuti (following) dan orang yang mengikuti (follower) maka bisa diartikan bahwa following adalah si pemberi informasi dan follower adalah seorang yang mendapat informasi. Jika kita melihat lebih jauh banyak pengguna twitter yang berusaha menjadi follower dari banyak pengguna twitter lainnya baik itu orang terkenal, kerabat dekat (saudara, teman), suatu organisasi atau perkumpulan, grup-grup yang mengacu pada minat maupun hobi ataupun sekedar mengikuti karena orang tersebut mempunyai banyak follower dan menarik perhatian sehingga si follower merasa butuh untuk mendapatkan informasi dari orang yang mereka ikuti terlepas dari penting atau tidaknya informasi yang akan mereka dapatkan nantinya.

Sebenarnya dengan mengikuti banyak pengguna twitter lain kita akan kesulitan dalam menyaring informasi yang benar-benar kita butuhkan karena setiap jam-nya timeline twitter kita akan terdapat banyak sekali informasi yang masuk, akan lebih bijak jika kita mem-follow hanya kepada akun twitter yang benar-benar memberikan informasi yang bermanfaat yang kita butuhkan walaupun terkadang sesekali kita memang butuh berinteraksi dengan kerabat dan teman di twitter dengan sekedar menyapa ataupun mengomentari kicauannya.

Tugas berat bagi orang yang diikuti (following) adalah memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekedar curhat online ataupun kicauan sumbang perasaan :p karena bagaimanapun juga orang yang diikuti (following) adalah si pemberi informasi bagi para follower-nya. So… “Buatlah kicauan yang indah dengan memberikan informasi yang bermanfaat”.

 

This entry was posted in my notes, Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Jadilah Follower Yang Bijak

  1. achoey says:

    Betul
    Namun sampai sekarang saya belum punya akun twitter🙂

  2. koeshariatmo says:

    sama choey..saya juga belum punya akun di twitter..mungkin suatu saat buat lah

  3. bagustejo™ says:

    jadi ingat kicauan teman kemarin, belum sempat dibalas.🙂
    http://twitter.com/bagustejo

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s