Setiap Perjalanan Memerlukan dan Butuh Kesabaran

ComLine-Trip

Gambar diatas merupakan kondisi di dalam gerbong CommuterLine yang tampak penuh sesak, demikianlah keadaan yang harus para komuter Jabodetabek lalui ketika berangkat dan pulang kerja (hampir) setiap hari.

Walaupun jauh dan beratnya perjalanan kita menuju ibukota untuk bekerja (hampir) setiap hari, tetap harus sabar dan semangat!🙂

Posted in Citizen Journalism, my notes | Tagged , , , , | Leave a comment

Memanfaatkan Fitur HotSpot pada Smartphone untuk Wireless Peer-to-Peer File Sharing

Bismillah, berawal dari keingintahuan saya karena beberapa waktu yang lalu sempat terpikir bagaimana caranya untuk berbagi, bertukar file (file sharing) jika (misalkan) dalam suatu keadaan ada dua orang yang akan saling berbagi, bertukar file yang ada di laptop atau komputernya sementara dalam keadaan tersebut mereka tidak membawa flash disk, kabel ethernet (crossover), dan juga terbatas dalam akses internet? Mungkin keadaan tersebut terlihat terlalu lebay berlebihan, namun dibalik itu semua saya hanya berusaha memposisikan diri dalam keadaan yang sangat memprihatinkan terbatas, dan juga berusaha memanfaatkan apa yang ada dengan semaksimal mungkin, Yes!

peer-to-peer

Baiklah, anggaplah ada dua orang dengan dua laptop, satu smartphone karena laptop dan smartphone saat ini sedang jadi teman akrab, laptop untuk mengerjakan tugas, browsing dan lain-lain, smartphone untuk wifi HotSpot-nya, namun sayangnya ketika mereka akan berbagi dan bertukar file, mereka lupa membawa teman lamanya laptop yaitu flash disk, lantas bagaimana? Mau upload ke email, cloud drive, file server mereka terbatas pada kuota internet karena file size-nya cukup besar. Jika menemukan keadaan tersebut, selama masih ada smartphone dengan fitur HotSpot kalian masih aman teman, karena hari ini 3 Syawwal 1435 H (30 Juli 2014) saya mencoba memanfaatkan fitur HotSpot pada smartphone Android sebagai jembatan untuk melakukan wireless peer-to-peer file sharing dan berhasil walaupun koneksi data ke internet saya turn-off.

Screenshot_2014-07-30-17-06-36

 

IMG_20140730_120507

Saya kan menjelaskan secara garis besar. Awalnya koneksi data ke internet harus dinyalakan agar terbaca di Wireless Network Connection pada kedua laptop. Kedua laptop tersebut harus turn-on file sharing, kedua laptop tersebut harus dalam satu workgroup atau homegroup, lalu restart, setelah itu lihat pada masing-masing Network pada laptop apakah sudah dapat melihat share folder-nya, biasanya selebihnya hanya setting-an pada masing-masing folder saja, masalah permission. Kita tetap dapat melakukan transfer file, menerima file selama masih dalam satu workgroup, homegroup, dan fitur HotSpot masih diaktifkan walau koneksi data ke internet sengaja dimatikan (seperti gambar diatas). Lumayan dapat menghemat kuota internet kan? Dalam istilah network cara diatas disebut Wireless Peer-to-Peer File Sharing, Peer-to-Peer Networking. Googling saja jika kalian ingin mengetahui lebih banyak.

Catatan: cara peer-to-peer file sharing diatas saya coba pada Laptop dengan OS Windows 7, jika kalian mencoba untuk OS yang lain mungkin akan terdapat beberapa perbedaan namun tidak akan keluar dari konsep peer-to-peer, yang berbeda mungkin hanya pada setting-an file sharing dan permission tiap OS.

Posted in computer science, my notes, Networking, Teknologi | Tagged | Leave a comment

Heartbleed Bug Explanation (comic)

Image

Heartbleed Bug adalah kerentanan serius dalam perpustakaan perangkat lunak kriptografi OpenSSL yang populer. Kelemahan ini memungkinkan mencuri informasi yang dilindungi, dalam kondisi normal, dengan enkripsi SSL/TLS digunakan untuk mengamankan Internet. SSL/TLS memberikan keamanan dan privasi komunikasi melalui Internet untuk aplikasi seperti web, email, instant messaging (IM) dan beberapa jaringan pribadi virtual (VPN).

Heartbleed bug memungkinkan setiap orang di Internet untuk membaca memori sistem yang dilindungi oleh versi rentan dari perangkat lunak OpenSSL. (heartbleed bug) Ini mengkompromikan kunci rahasia yang digunakan untuk mengidentifikasi penyedia layanan dan untuk mengenkripsi lalu lintas, nama dan password pengguna dan konten yang sebenarnya. Hal ini memungkinkan penyerang untuk menguping komunikasi, mencuri data langsung dari layanan dan pengguna dan untuk meniru layanan dan pengguna (sumber: heartbleed.com).

Berikut (dibawah) ini adalah komik yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat memanfaatkan celah keamanan Heartbleed Bug yang terdapat pada OpenSSL (sumber: http://xkcd.com/1354/).

Image

Posted in computer science, my notes, Teknologi | Tagged , , , | Leave a comment

Soal IP Addressing dan Subnetting #2

Pada postingan yang sebelumnya saya telah mencoba menyelesaikan sebuah soal mengenai IP addressing dan subnetting yang terkait dengan “kombinasi/perpaduan konfigurasi IP Address dan Gateway yang memungkinkan untuk diterapkan pada host untuk membuat host dapat terhubung ke network.

Untuk postingan kali ini soalnya adalah sebagai berikut:

  1. What is the correct number of usable subnetworks and host for the IP network address 192.168.99.0 subnetted with a /29 mask?

a. 6 networks / 32 hosts
b. 14 networks / 14 hosts
c. 32 networks / 6 hosts
d. 62 networks / 2 hosts

Mari kita jawab,

Analisa: IP 192.168.99.0 merupakan IP Class C dengan Subnet Mask /29 berarti

11111111.11111111.11111111.11111000 (255.255.255.248)

Hitung Jumlah Subnet dengan rumus:

Jumlah Subnet= 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask kelas C (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).

Jumlah Subnet= 2x = 25 = 32 Subnet/Networks

Hitung Jumlah Host per Subnet dengan rumus:

Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet.

Jumlah Host per Subnet = 23 – 2 = 6 Host

Jadi jawaban yang tepat adalah opsi c yaitu 32 networks / 6 host.

Posted in CCNA, my notes, Networking | Tagged , | Leave a comment

Soal IP Addressing dan Subnetting

Soal IP Addressing dan Subnetting, soalnya didapat dari blognya Pak Romi Satria Wahono
Refer to the exhibit. PC A (Host) is being manually configured for connectivity to the LAN. Which two addressing scheme combinations are possible configurations that can be applied to the host for connectivity? (Choose two.)

Network

a. Address – 192.168.1.14
Gateway – 192.168.1.33
b. Address – 192.168.1.45
Gateway – 192.168.1.33
c. Address – 192.168.1.32
Gateway – 192.168.1.33
d. Address – 192.168.1.82
Gateway – 192.168.1.65
e. Address – 192.168.1.63
Gateway – 192.168.1.65
f. Address – 192.168.1.70
Gateway – 192.168.1.65

Jawaban:
Analisa:
Router 1 – Switch 1 = 192.168.1.33/27
Router 1 – Switch 2 = 192.168.1.65/27
Router 2 – Switch 3 = 192.168.1.129/27
Dari keterangan diatas bisa kita dapat bahwa tipe IP Class C dengan Subnet Mask /27
Berarti 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224)
Kemudian mari kita hitung blok subnet-nya, dengan rumus:
Blok Subnet = 256 – Nilai oktet terakhir subnet mask
Blok Subnet = 256 – 224 = 32, artinya blok subnet setiap kelipatan 32
Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 32, 64, 96, 128, … , 224
Kalau cara gampangnya (tidak pakai rumus) bisa saja dengan melihat selisih (oktet ke-4 karena IP Class C) antara IP Address Router 1 to Switch 2 dikurangi IP Address Router 1 to Switch 1 yaitu 65 – 33 = 32.
Mari kita buat tabelnya agar lebih jelas untuk menebak 2 kombinasi IP Address dan Gateway yang memungkinkan.

Subnetting

Selesai. Dari tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang memungkinkan adalah opsi/pilihan jawaban d dan f yaitu IP Address 192.168.1.82 dan IP Address 192.168.1.70 karena IP Address-nya masuk dalam subnet 192.168.1.64 dimana IP Address 192.168.1.65 digunakan sebagai alamat Gateway (alamat host pertama dalam suatu subnet biasa digunakan sebagai alamat gateway).

Referensi

Pola Soal Subnetting dan Teknik Mengerjakannya

Posted in CCNA, my notes, Networking | Tagged , , , | 1 Comment

Cycles Render – Tea Cup

Setelah mencoba (trial and error) mengatur setting-an cycles render untuk mendapatkan hasil yang maksimal menurut pengguna Blender awam seperti saya berikut hasil render yang saya anggap paling memuaskan.

Tea Cup Cycles Render

 

Bisa kita bandingkan dengan hasil render saya pada postingan sebelumnya seperti image berikut ini.

Tea cup 3DPada bagian yang gelap kita masih dapat melihat sedikit noise dan sedikit buram.

Posted in Blender, my notes | Tagged , | 4 Comments

My 1st Blender Project

Blender adalah nama sebuah perangkat lunak (software) gratis dan mempunyai kode sumber terbuka (Open Source) yang memungkinkan kita untuk membuat gambar grafis 3 dimensi, animasi 3 dimensi. Perangkat lunak ini juga memiliki fitur untuk membuat permainan karena pada perangkat lunak ini telah tersedia Game Engine, mesin untuk membuat game menggunakan logic bricks. Dan ada juga Cycles render.

Sumber: Wikipedia

Berikut ini adalah hasil karya saya dalam belajar software blender. Beberapa waktu yang lalu saya mencoba membuat Tea Cup 3 dimensi yang kemudian saya render.

Tea cup 3D

Tea cup progress

Posted in Blender, computer science, my notes | Tagged , , , , | Leave a comment